Kemarin lalu (lupa tanggal berapa), ketika diklat calon taplok di kampus ITB dilakukan, saya diberi tugas untuk membuat mind map tentang masa depan. Jujur aja, saya sih langsung nulis yang emang udah saya rencanakan sejak lama. Mau tau bagaimana masa depan impian saya? Check it out!
Ini dibuat sesuai urutan waktunya.
1. Menuju Gelar Sarjana (S-1)
Jika orang lain selalu memasang target lulus tepat waktu (4 tahun) dengan IP di atas 3,7 atau 8 , saya malah memasang target lulus maksimal 5 tahun dengan IP minimal 3,25. Kenapa? Kata orang memang pasanglah target setinggi langit, tetapi saya sendiri tampaknya sudah sadar akan kemampuan saya yang terlihat pada IP TPB yang hanya 3,00. Bukan IP yang jelek memang, tapi IP yang rendah jika saya mengincar cumlaude. Kenapa 5 tahun? Karena saya ingin aktif di organisasi kampus dan saya pikir jika hanya 4 tahun itu akan sangat sulit, tetapi saya pasti akan mengusahakan 4 tahun juga. Siapa yang tak mau lulus cepat?
2. Kerja! Kerja! Kerja!
Inginnya sih dapet kerja sebelum wisuda, tapi kalau emang harus nyari setelah lulus juga nggak apa-apa lah. Ada dua tempat yang pengen banget saya kerja di sana, yaitu DEPLU dan Perusahaan Tambang. Pasti banyak yang bingung kan kenapa saya mau kerja di Deplu tapi malah masuk teknik. Karena saya ingin membangun citra Indonesia di mata internasional. Jujur aja, saya kesal juga kalau dengar ada fitnah-fitnah tentang Indonesia yang beredar di luar negeri sana. Selain saya juga ingin jalan-jalan ke luar negeri (pakai uang rakyat. Astagfirullah… harus diapus nih yang ini). Tetapi, nampaknya harapan itu hancur berkeping-keping beberapa saat yang lalu. Iseng-iseng buka situs deplu dan liat syarat CPNS-nya dan ternyata lulusan teknik yang bisa diterima cuma dari teknik informatika dong! Pupuslah harapan mulia memperbaiki citra negeri dan jalan-jalan. Tetapi, seperti yang saya sebutkan, saya juga ingin kerja di pertambangan. Mengapa? wah, kalau yang ini sih kayaknya nggak ada alasan jelas. Mungkin karena gajinya gede (saya butuh gaji gede buat modal, akan dijelaskan nanti) dan suka ada beasiswa S2-nya.
3. Menuju Gelar Post Graduate (S-2)
Ada beberapa syarat buat saya sendiri untuk mendapatkan gelar ini. Pertama, saya ingin kuliah di luar, kalau bisa di 10 universitas terbaik di dunia. Kedua, saya nggak mau bayar buat kuliah ini. Dengan kata lain, harus dapet beasiswa! Nah, untuk jurusannya saya prefer ke management. Kalaupun nantinya dapet yang bukan management ya okelah, tapi cuma mau Teknik Mesin. Dikerjakan secepatnya (1 tahun)
4. Kerja lagi! Modal! Modal!
Setelah menyelesaikan studi S-2 dengan memuaskan, biasanya langsung kerja karena ikatan dinas dari beasiswa. Selesaikan ikatan dinas itu dengan sepenuh hati biar bisa naik pangkat dan gajinya gede. Terus kalau udah terasa kekayaan saya cukup, maka saya akan keluar dari perusahaan tersebut. Kecuali, kalau saya kerja di Deplu.
5. Buka bengkel! Garap kebun dan peternakan!
Nah, sebenarnya inilah kehidupan masa depan yang saya impikan. Ya, ada tiga usaha kecil yang akan saya mulai dari awal setelah resign dari tempat bekerja sebelumnya. Bengkel, kebun, peternakan. Ya gausah dijelasin lah ya. Kalau kerja di Deplu saya akan tetap melaksanakan ide ini tapi hanya sebagai pengontrol.
6. Bengkel –> Perakitan –> Produksi MOBNAS!/MOTNAS! –> GO International | Kebun dan peternakan banyak
Nah, inilah yang disebut proyek Basith Company. Dimulai dari usaha kecil bengkel yang dimanage dengan baik lalu kemudian menjadi perusahaan perakitan dan mengkhianatinya dengan memproduksi produk sendiri. Dalam menjalani hal ini, maka usaha kebun dan peternakan pun harus berjalan lancar untuk keperluan modal.
7. BERHASIL, PENSIUN MUDA!
Setelah usaha poin 6 terealisasikan, maka saya akan mengambil pensiun muda. Toh, buat apa kerja kalau uang sudah mengalir deras. hahahaha. Akhirnya saya akan merambah dunia real estate dan persawahan. Setelah itu saya akan keliling Indonesia dulu lalu langsung keliling dunia, dimulai dari Eropa daratan. Sembari melakukan itu, saya juga berniat membangun sekolah berkualitas yang gratis dan rumah sakit. Masa tua pun saya isi bersama keluarga di suatu tempat yang tenang yang saya perkirakan bukan di pulau Jawa.
Itulah cita-cita saya yang saya gambarkan dalam mind map yang tidak sempat dipresentasikan. Semoga terkabul. Saya akan berusaha! Oia, untuk masalah keluarga (istri, anak, bla bla bla) tidak akan saya beberkan di sini. Hahahaha.