Seberapa Cepat Manusia Dapat Berlari?

Setelah 6 minggu menjalani kuliah di Loughborough University, satu hal yang menjadi pertanyaan yang paling sering dipertanyakan oleh dosen-dosen di sini adalah: Seberapa cepat manusia berlari? Berapakah batas tertinggi sebuah rekor dunia? Pertanyaan ini menarik karena sepertinya sampai dekade ini, rekor-rekor baru terus terukir (misal Usain Bolt di lari 100m) dan terjadi peningkatan yang cukup signifikan. Pada tahun 1964, rekor untuk lari 100m adalah 10.06 detik dan Bolt mencatat rekor 9.58 detik pada tahun 2009. Pertanyaannya, apakah pada suatu saat nanti, akan ada orang yang mampu berlari 100m dengan hanya menghabiskan waktu 7 detik? lalu seterusnya menjadi 5 detik? 2 detik? setengah detik?

BERLIN - AUGUST 16:  Usain Bolt of Jamaica celebrates winning the gold medal in the men's 100 Metres Final during day two of the 12th IAAF World Athletics Championships at the Olympic Stadium on August 16, 2009 in Berlin, Germany. Bolt set a new World Record of 9.58.  (Photo by Mark Dadswell/Getty Images)

BERLIN – AUGUST 16: Usain Bolt of Jamaica celebrates winning the gold medal in the men’s 100 Metres Final during day two of the 12th IAAF World Athletics Championships at the Olympic Stadium on August 16, 2009 in Berlin, Germany. Bolt set a new World Record of 9.58. (Photo by Mark Dadswell/Getty Images)

Sudah banyak peneliti yang tertarik dengan pertanyaan tersebut dan melakukan pemodelan matematika. Peronnet dan Tibault (1989) melalui model matematikanya menyatakn bahwa batas rekor dunia akan “mentok” di angka 9.37 detik untuk lari 100m. Nevill dan Whyte (2005) menggunakan statistik untuk memprediksi batar rekor untuk nomor lari di atas 800m. Yang menarik, Denny (2008) kemudian membandingkan pola rekor berlari manusia dengan rekor-rekor kejuaran balap anjing dan kuda.

Pada penelitian tersebut, Denny mengambil data dari tiga kejuaraan balap kuda di amerika, tiga kejuaraan balap anjing di amerika, dan juga rekor beberapa nomor cabang lari. Hasilnya cukup menarik. Untuk balap kuda dan anjing, ternyata sudah mengalama stagnasi rekor (plateau) setelah adanya peningkatan yang signifikan. Sedangkan untuk rekor manusia, untuk nomor lari 100m pria ternyata masih berupa garis yang terus meningkat walaupun pada nomor yang sama untuk wanita sudah terlihat adanya plateau.

Catatan rekor tahunan balap kuda, balap anjing, dan nomor lari 100m manusia (Denny, 2008)

Catatan rekor tahunan balap kuda, balap anjing, dan nomor lari 100m manusia (Denny, 2008)

Adanya zona waktu dimana terdapat peningkatan rekor yang signifikan pada balap kuda dan anjing diyakini terjadi karena pada tahun-tahun tersebut dimulailah pengembangbiakan selektif (selective breeding) dan setelah itu rekor menjadi stagnan karena tidak ada lagi inovasi yang dihasilkan.

Berbeda dengan manusia, inovasi dalam hal nutrisi, teknik, latihan, peralatan, dan biomekanik menjadikan rekor-rekor baru terus bermunculan. Akan tetapi, pertanyaan terbesar dalam aplikasi teknologi dan sains dalam kompetisi olahraga adalah sampai sejauh mana teknologi diperbolehkan mempengaruhi performa. Cabang renang misalnya, pengaplikasian baju renang full-body membuat tercatatnya 25 rekor baru pada Olimpiade 2008 yang kemudian penggunaannya dilarang. Hal yang sama mungkin juga akan terjadi untuk cabang-cabang olahraga lainnya.

Akan tetapi, selain faktor peningkatan performa melalui penerapan ilmu olahraga yang baik, terdapat banyak faktor lainnya yang patut dipertimbangkan. Pertama, manusia berevolusi. Mungkin saja secara fisiologis, manusia akan berevolusi sehingga mampu terus meningkatkan performa larinya. Kedua, mungkin saja di luar atlet-atlet yang berkompetisi di kompetisi resmi, masih terdapat ribuan orang yang sebenarnya bisa berlari lebih cepat tetapi tidak terlihat oleh dunia karena kita tidak pernah mengukur performa mereka.

Pele dan Maradona dulu dianggap sebagai pesepakbola terbaik dan tidak akan pernah ada yang akan menyamai kemampuan mereka. Namun kemudian saat ini terdapat dua pesepakbola yang tak kalah luar biasa juga, Messi dan Ronaldo. Pertanyaannya adalah akankah di masa depan muncul pesepakbola yang lebih hebat lagi? Sama seperti di cabang olahraga lari dan lainnya. Bolt saat ini disebut sebagai manusia tercepat, namun akankah ada orang yang bisa melampaui rekor Bolt? Berapakah batasannya? Akankah ada yang bisa memecahkan prediksi Peronnet dan Tibault dan dapat mencatatkan waktu kurang dari 9.37 detik? Ahli matematika dan ilmu lainnya memang dapat membuat model untuk memprediksinya, tetapi, menurut dosen saya, cara terbaik untuk mengetahuinya adalah,”Lihat saja nanti”.

Sekian.

Referensi:

Peronnet F, Thibault G. 1989. Mathematical analysis of running performance and world running records. J Appl Physiol. 67:453–465

Nevill AM, Whyte G. 2005. Are there limits to running world records. Med Sci Sports Exercs. 37(10):1785-1788.

Denny MW. 2008. Limits to running speed in dogs, horses and humans. J Exp Biol. 211:3836-3849